Monday, June 7, 2010

TEORY KRIMINOLOGI

TEORY KRIMINOLOGI TENTANG

Etiologi kejahatan menurut tiga presfektif, yaitu:
1. Faktor biologis
2. Faktor psikologis
3. Faktor sosial ekonomi
ETIOLOGI KEJAHATAN MENURUT TIGA PRESFEKTIF

A. FAKTOR BIOLOGIS
Pemikiran bahwa prilaku dan juga prilaku criminal ditentukan oleh factor bakat yang diwariskan sudah sejak zaman kuno dikemukakan. Ini bukan hal yang mengherankan sebab dalam pandangan kebanyakan orang anak-anak bertindak seperti orang tuanya. Peribahasa”anak harimau tidak akan menjadi anak kambing” banyak dijumpai dimana-mana. Kejahatan timbul karena factor biologis maksudnya adalah bahwa kejahatan ada karena memang sudah menjadi bakat seseorang. Factor biologis meliputi keadaan, sifat-sifat antropologis (sifat-sifat jasmaniyah) dan psikologis dari sipembuat dan memperhatikan kriminalitas sebagai pernyataan hidup si pembuat.
Cesare Lombroso(born kriminal)
Berpendapat bahwa manusia dilahirkan dengan membawa serta bakat-bakat tertentu. Kalau bakat seseorang itu jahat, kapan saja dia bisa cenderung jahat. Sebab bakat jahat sudah ada sejak lahir dabukan karena pengaruh lingkungan. Teori lombroso tentang born kriminal menyatakan bahwa para penjahat adalah sutu bentuk lebih rendah dalam kehidupan, lebih mendekati nenekmoyang yang mirip kera dalam sifat bawaan dan watak dibandingkan dengan mereka yang bukan penjahat. Mereka dapat dibedakan dari non kriminal melalui beberapa atavistic stigma, ciri-ciri fisik pada makhluk pada tahap awal perkembangan sebelum mereka benar-benar manusia. Pada dasarnya teory lombroso ini membagi penjahat pada 4 golongan yaitu:
1. Born Criminal yaitu orang yang memang sejak lahir ber bakat menjadi penjahat.
2. Insome Criminal yaitu orang yang termasuk pada golongan orang idiot dan paranoid.
3. Occasional Criminal atau Criminaloid adalahpelaku kejahatan berdasarkan pengalaman terus menerus sehingga mempengaruhi pribadinya.
4. Criminal of Passion yaitu pelaku kejahatan yang melakukan tindakannya karena cinta, marah, ataupun karena kehormatan.

Menurut sumber lain dikatakan bahwa Lombroso membagi penjahat menjadi 4 golongan yaitu:
1. Theory Born Criminal yaitu (penjahat yang dilahirkan sebagai penjahat)
2. Atavistic stigmata yaitu (ciri-ciri fisik dari makhluk pada tahap awal perkembangan, sebelum mereka benar-benar menjadi manusia)
3. Insane criminals yaitu (penjahat sebagai hasil dari beberapa perubahan dalam otak mereka yang mengganggu kemampuan mereka untuk membedakan antara benar dan salah)
4. Criminoloids yaitu (mencakup suatu kelompok ambiguous termasuk penjahat kambuhan (habitual criminal), pelaku kejahtan karena nafsu dan berbagai tipe lain)

Ajaran intinya bahwa
1. Penjahat mewakili suatu tipekanehan/keganjilan fisik yang berbeda dengan non kriminal,
2. Penjahat mewakili suatu bentuk kemerosotan yang termanifestasi dalam karakter fisik yang merefleksikan suatu bentuk awal dari evolusi

Enrico Ferri Dikatakan bahwa:
Kejahatan dipengaruhi oleh penekanan pada keeling-hubungan (interrelatedness) sadri factor-faktor social, ekonomi dan politik Kejahatan dapat dijelaskan melalui studi pengaruh2 interaktif diantara nya:
1. Factor-faktor fisik (seperti ras, geografis, temperature) dan
2. Factor social ( seperti umur, jenis kelamin, variable-variabel psikologis)

Dalam buku sociologi Criminale d klasifikasi penjahat:
1. The born criminals/instinctive criminals
2. Insane criminals (secara klinis di identifikasi sebagai sakit mental)
3. The passion criminals(elakukan kejahatan sebagai akibat problem mental/keadaan emosional yang panjang serta kronis)
4. The occasional criminals (merupakan produk dari kondisi-kondisi keluarga dan social lebih dari problem fisik atau mental yang abnormal)
5. The habitual criminal (memperoleh kebiasaan dari lingkungan social)
6. Involuntary criminals

Raffaela Garofola
Menurut teori ini kejahatan-kejahatan alamiah ditemukan didalam seluruh masyarakat manusia, tidak peduli pandangan pembuat hukum dan tidak ada masyarakat yang beradab dapat mengabaikannya.

Charles Buchman goring
Ia menyimpulkan tidak ada perbedaan-perbedaan signifikan antara penjahat dan non penjahat kecuali dalam hal tinggi dan berat tubuh. Para penjahat didapat lebih kecil danramping. Ia menafsirkan temuan ini sebagai penegasan dari hipotesanya bahwa para penjahat secara biologi lebih nferior tetapi tidak menemukan satu pun tipe fisik penjahat.
Menurutnya bahawa Kondisi fisik yang kurang ditambah keadaan mental yang cacat (tidak sempurna) merupakan factor-faktor penentu dalam kepribagian kriminal

Body types theories (reoy tipe fisik)

Ernst Kretchmer( 1888-1964)
Ia mengidentifikasi empat tipe fisik yakni; asthenic; athletic; pyknic; dan beberapa tipe campuran:
1. Asthenic=kurus, tubuh ramping, bahu kecil
2. Athletic=menengah tinggi, berotot, kuat, bertulang kasar
3. Pyknic=tinggi sedang, figure yang tegap, leher besar, wajah luas
4. Beberapa tipe campuran=tidak terklasifikasi
Pyknic Berhubungan dengan depresi. Asthenic dan athletics dengan schizophrenia.

Ernest A. Hooten
Seorang antropologi fisik. Perhatiannya terhadap kriminalitas yang secara biologis ditentukan dengan publikasinya yang membandingkan penghuni penjara diamirika dengansuatu control group dari non criminal

William H. Sheldon
Ia memfomulasikan sendiri sendiri kelompok samatotypes. Menurutnya orang yang didomisi sifat bawaan mesomorph cenderung lebih dari orang lainnya untuk terlibat prilaku illegal.
1. The endomorph (memiliki tubuh gemuk)
2. The mesomorph ( berotot dan atletis)
3. The ectomorph (tinggi,kurus&fisik yang rapuh)

Sheldon Glueck
Melakukan studi komparatif antara pria delinquent (penjahat) dengan non-deliquent (bukan penjahat)
Ciri deliquen:
1. wajah sempit(kecil)
2. dada lebar
3. pinggang besar dan luas
4. lengan bawah dan atas besar

Disfungsi otak & learning disabilities
Disfungsi otak dan cacat neurologis secara umum ditemukan pada penjahat pada umumnya dan Kerusakan pada fungsi sensori dan motorik yang membawa prilaku menyimpang
Macam-macam learning disabilites :
1. Dyslexia (gagal menguasai skil berbahasa setaraf dengan kemampuan intelektual)
2. Aphasia (suatu problem komunikasi verbal atau masalah dalam memahami pembicaraan orang lain)
3. Hyperactive

Faktor-faktor genetika
1. Twin studies(orang kembar) Penelitiam ini dilakukan oleh Karl cristiansen & Sarnoff A Mednick Identical twin/Monozygotic twins: Satu sel telur membelah menjadi 2 embrio (gen ke 2 kembar tersebut sama) Jika pasangan nya melakukan maka ia juga melakukan. Cenderung melakukan kriminalitas Fraternal twin/Dizygotic twins: 2 sel telur dibuahi pada saat bersamaan.
2. Adoption studies(adopsi)Kriminalitas dari orang tua asli (biologis) memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap anak disbanding kriminalitas dari orang tua angkat.
3. The XYY syndrome(cromosom) Mereka yang memiliki kromosom XYY cendrung bertubuh tinggi, secar fisik agresif, sering melakukan kekerasan.
Tiap manusia memiliki 23 pasang kromosom yang diwariskan
Perempuan = mendapat 1 X dari ayah dan ibu
Laki2= mendapat 1 X dari ibu dan 1 Y dari ayah
XYY abnormalis genetika coz ia menerima 2Y


B. FAKTOR PSIKOLOGIS

Teory psikoanalisis (Sigmund Freud)
Teori ini menghubungkan dilequent dan prilaku criminal denag suatu conscience yang baik dia begitu menguasai sehingga menimbulkan perasaan bersalah atau ia begitu lemah sehingga tidak dapat mengontrol dorongan siindividu dan bagi kebutuhan yang harusa segera dipenuhi.
Moral development theory Lawrence Kohlberg seorang psikolog menemukan bahwa pemikiran moral tumbuh dalam tiga tahap yakni; preconvensional stage,conventional level, dan postconventional.
Sedangkan John Bowlhy mempelajari kebutuhan akan kehangatan dan afeksi sejak lahir dan konsekwensi bila tidak mendapatkan itu, dia mengajukan theory of attachment Social Learning Theory.
Teori pembelajaran ini berpendirian bahwa prilaku dilenquent ini dipelajari melalui proses psikologis yang sama sebagai mana semua prilaku non dilenquent.tokoh yang mendukung teori ini diantaranya adalah:
Albert Banddura Ia berpendapat bahwa individu-individu yang mempelajari kekerasan dan agresi melalui behavioral modeling; anak belajar bertingkah laku melalui peniruan tingkah laku orang lain.
Gerard Peterson Ia menguji bagaimana agresi dipelajari melalui pengalaman langsung. Ia melihat bahwa nanak-anak yang bermain secara pasifsering menjadi korban anak-anak lainnya tetapi kadanng-kadang berhasil mengatasi serangan itu dengan agresi balasan. Dengan berlalunya waktu anak-anak ini belajar membela diri dan akhirnya mereka mulai perkelahian.
Ernesnt Burgess dan Ronald Akers Dimana mereka mengabungkan learning theory dari Bandura yang berdasarkan psikologi dengan theori differential association dari Erwin Sutherland yang berdasarkan sosiologi dan kemudian menghasilkan teori differential association rein forcemt.


C. FAKTOR SOSIAL EKONOMI
Dimana teori-teori sosiologis mencari alasan perbedaan dalam angka kejahtan didalam linkungan sosial. Teori ini ndapat dikatagorikan dalam 3 katagori umum yakni; strain, culture divience, dan social control
STRAIN THEORY (Rorbert K Merton)
Masalah sesungguhnya ada di timbulkan oleh struktur social (social structur) yang menawarkan tujuan-tujuan yang sama untuk semua anggotanya tanpa member sarana yang merata untuk mencapainya. Kekurang paduan apa yang diminta oleh budaya (yang mendorong kesuksesan) dengan apa yang diperbolehkan oleh struktur (yang mencegahnya memperoleh kesuksesan), dapat menyebabkan norma-norma runtuh karena tidak lagi efektif untuk membingbing tingkah laku.
Contoh masyarakat yang berientasi kelas maka kesempatan untuk menjadi yang teratas tidaklah dibagikan secara merata sangat sedikit anggota kelas bawah yang mencapainya.
Struktur social merupakan akar dari masalah kejahatan (pendekatan ini disebut structural explanation). Strain teory berasumsi bahwa orang itu taat hukum, tetapi dibawah tekanan besar mereka akan melakukan kejahatan: disparitas antara tujuan dan sarana inilah yang memberikan tekanan tadi

Theori Anomie dari Emile Durhkeim
Satu cara dalam mempelajari suatu masyarakat adalah dengan melihat pada bagian-bagian komponennya dalam usaha mengetahui bagaimana msing-masing berhubungan satu sama lain, kita melihat pada struktur dari suatu masyarakat guna melihat bagaimana ia berfungsi. Jika masyarakat itu stabil, bagian-bagiannya beroprasi lancer, susunan social berfungsi. Masyarakat seperti itu ditandai oleh kepaduan, kerjasama, dan kesepakatan. Namun, jika bagian-bagian komponennya tertata dalam suatu keadaan yang mebahayakan keteraturan/ketertban social, susunan masyarakat itu disebut dysfunctional (tidak berfungsi) seperti analogy, jika kita melihat sebuah jam dengan seluruh bagian-bagiannya sangat singkron. Ia berfungsi sangat tepat. Ia menunjukan waktu dengan akurat. Namun apabila suatu pernya yang kecil rusak, keseliruhan mekanisme tidak lagi berfungsi dengan baik. Demikianlah presfektif structural functionalis yang dikembangkan oleh Emile Durk Heim.
Durkheim memperkenalkan istilah anomie yaitu hancurnya keteraturan social sebagai akibat dar hilangnya patokan-patokan dan nilai-nilai.
Ia menyakini jika sebuah masyarakat sederhan bekembang menuju suatu masyarakat yang modern dan kota maka kedekatan yang dibutukan untuk melanjutkan satu set norma akan merosot dimana kelompok-kelompok akan terpisah dan dalam ketiadaan dalam satu set aturan-aturan umum tidakan-tindakan dan harapan orang dalam satu sektor mungkin akan bertentangan tindakan dan harapamn orang lain dengan tidak dapat diprediksi perilaku system tersebut secara bertahap akan runtuh dan masyarakat itu dalam kondisi anomie.
Durkheim mempercayai bahwa hasrat manusia adalah tak terbatas satu. Karena alam tidak mengatur batas-batas biologis yang ketat untuk kemampuan manusia.

No comments:

Post a Comment